Puisi
Ibu
karya: Yurika Prastika
secarik kertas tersampaikan,
secarik kata terungkapkan,
Jerih payah yang tak terbayarkan.
Seluas dunia tak dapat tergambarkan
Sebuah penerang dikala kegelapan,
Tidak pernah terpejam saat diriku kesusahan.
Lantunan suara indah
Penuh penantian
Tak kala menyiksa kehidupan
Rasa takut selalu dirasakan
Setiap siang dan malam
Mulutnya tak pernah letih mendoa
kerasnya tidak mengalahkan sedikitpun rasa cintanya,
semangat juang tak pernah lelah dalam berdoa...
khawatirnya pasti terjaga...
Siapa yang tidak khawatir?
Jarak pandang yang tidak memungkinkan
bersama untuk sementara.

Wah, bagus
BalasHapusWah, bagus
BalasHapusAha terimakasih banyak ๐๐
HapusWooww
BalasHapusMantul๐
BalasHapus๐
HapusBagus yuy..... tapi sebaiknya Rasa takut selalu dirasakan*nya*
BalasHapusSetiap siang dan malamnya
kata nya yg dirasakan tu dihilangkan ja.. soalnya berlebihan kata2nya... hehe menurut ku fg.... maaf komentarku panjang... tapi puisinya keren.... mengingatkan ku sama prnulis puisi D Zawawi Imron... krennnnnnn....
Terimakasih banyak atas sarannya ๐
Hapus