FilosofiDiam
Diam ku adalah sebuah pertanyaan dan juga sebuah jawaban yang mungkin hanya dicurahkan di kedalaman batin yang hanya terpaut pada Rabbku pada penciptaku, terkadang diam itu juga membunuh dengan menusuk diriku. Hingga aku tak dapat mengatakan apapun, bisu ya itu gelar yang cocok untuk orang sepertiku.
Terkadang orang merasa aneh didekat ku, karena pujuanku padanya berlebihan. Tapi ada pula orang yang peduli ditengah diamku yang merajalela. Terkadang ketidakbisaan itu membuatku diam dan hanya terus diam tanpa harus memberikan berbagai gagasan gemilang.
Pengharapanku tak sebaik apa yang aku lakukan, akan tetapi teruslah berharap pada tempat yang tepat karena jika tempatnya tidak tepat maka pengharapan itu tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan, yah begitulah seperti diamnya seseorang yang ingin dimengerti untuk yang kesekian kali. Gantungkan harapan hanyalah kepada sang Ilahi yang pemberi lagi maha memberi bahkan yang tidak kau minta sekalipun.
@Yurikayur
Komentar
Posting Komentar