Aku dan Tontonan Ku Bersanding dengan Buku Ku

Aku dan Tontonan Ku Bersanding dengan Buku Ku

Tulisan ini terinspirasi film malaysia yang berjudul retak, yang mana dia berbagi cerita melalui tulisannya tentang dia dan limfoma (kanker darah), yang mana dia menceritakan perjuangannya melawan sakitnya. Yaa mungkin tulisan ini terlihat alay bagi orang yang berbeda pendapat dan pendiri dengan ku tapi tak apa, karena aku yakin pendapatnya dan pemikirannya juga sangat baik dan dapat diambil hikmah dari apa pun yang disampaikan, berbeda bukan berarti harus dimusuhi. Begitu pula dengan yang memiliki kesamaan juga bukan berarti selalu bahagia dan enak-enak saja. Tapi insya Allah si pembaca ini pasti sangat paham dengan apa yang ku tulis barusan. 

Pemahaman ku tentang membaca buku sama dengan aku menonton suatu film, karena menurutku buku tanpa diresapi apa yang dibaca bahkan tidak mengetahui makna dari apa yang dibaca itulah yang membuat bosan dalam membaca buku, buku harus dijabarkan sendiri melalui imajinasi dan terkadang di setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda tentang buku yang sama. 

Aku suka film islami, karena aku beragama islam dan banyak motivasi untuk menguatkan iman ketika aku sedang berada pada titik jenuh mengahadapi suatu masalah. Yahh walaupun aku tau di sebuah film itu hanyalah fiktif belaka. Menurutku film itu cerminan apa yang terjadi pada kehidupan manusia yang seperti saat ini.

Film-film islami itu kutemukan banyak di film Negara Malaysia, entah mengapa sejak saat itu apa yang ku tonton itulah yang kubaca, dari drama kehidupan hingga kelemah lembutan, dari parenting hingga tentang penguat keimanan. 

Ada sebuah film yang berjudul orang terpilih, silahkan kalau teman-teman mau cari atau mau nonton cerita beliau-beliau yang baik dan ada pula yang tidak baik. Tokoh utama dari film itu ialah orang gila, seseorang yang bernama Firdaus, seorang gila yang selalu memungut sampah di jalan dan selalu membersihkan masjid di setiap sebelum waktu sholat. Yahh kadang hanya di film-film saja ada orang gila yang menjadi tokoh utama. Tapi menurutku film ini sangat baik untuk di tonton setiap orang. 

Seseorang yang gila menjadi orang pilihan ia meninggal diatas sajadah dan tasbih di tangan, betapa dirindukannya orang gila itu ketika ia telah tiada. Dari situ aku mendapat pelajaran, mendengar cemoohan orang lain bukan menjadi penghalang untuk berjuang. Aku juga tengah berjuang menyadarkan diriku sendiri jika apa yang ku perbuat baik maka aku akan mendapkan hasil yang baik pun sebaliknya jika perbuatan ku buruk maka apa yang kudapat juga akan buruk.

Tidak menutup kemungkinan bahkan sering perbuatan baik tapi tidak mendapatkan hasil yang baik, ketika melakukannya hanya untuk memuaskan cemoohan orang lain. 

Jadilah diri sendiri, seperti apa pun keadaannya, kaya miskin sederhana, semuanya sama kelak jika menghadap Allah Ta'ala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Dunia

FilosofiDiam

Jawaban