Postingan

Jawaban

 Assalamualaikum,  Sekian lama blog ini tidak terjamah tangan penulis malas ini membuatnya mengingat-ngingat berapa lama ya sudah aku tidak menulis puisi atau tulisan-tulisan random lainnya. Ternyata di blog ini ada banyak cerita penantian dan cinta dan hal random lainnya heheh..  Akan ku jawab disini, ada pertanyaan pada diriku sendiri pada draft terakhir blog ini, yang ternyata dulu aku ragu menguploadnya. Mungkin dulu alasannya malu ya *aku yang nulis sambil senyum-senyum sendiri. Usiaku sekarang sudah 21 tahun 11 bulan 1 hari bentar lagi usiaku berkurang lagi jadi 22, Alhamdulillah nya semoga ini adalah keyakinan yang benar atas jawaban akan akan ku sampaikan ini.  Aku dulu bingung apakah perasaan cintaku adalah bentuk nafsu cinta atau benar-benar cinta, dan jawabannya adalah dulu aku belum mengenal cinta lebih dalam karna bisa jadi minimnya ilmu pengetahuan, tapi sekarang kutemukan ternyata perasaan cinta ku adalah anugrah dari Sang Maha Cinta Rabbul 'Alamin dan...

Cerita Dunia

 Aku tidak ingin panik, tapi teman ku sendiri yang membuat ku panik.  Aku tidak ingin berteman dengan orang seperti itu, tapi Aku tetap dipertemukan dengan orang itu. Aku tidak suka dengan orang yang berbeda pendapat dengan Ku, tapi kenyataannya tetap itulah yang disebut dunia.  Hidup segan mati tak mau. Capek sekali rasanya dengan urusan dunia ini, DUNIA, DUNIA, DUNIA... Rasanya jenuh berada di dunia ini. Hingga rasanya harus terpaksa suudzon kepada orang lain, hingga rasanya harus tidak suka kepada orang lain. Mengapa semua hal itu bisa terjadi. Itu karena dirimu sendiri yang tak bersandar kepada Sang Ilahi, kau sendiri yang membiarkan dirimu tak bersyukur kepada Sang Ilahi.  فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Aku sendiri terlalu banyak mengira-ngira nikmat yang telah Allah berikan.  Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah... Move on Yur dari hal duniawi yang membuat kau tak bersyukur.

Aku dan Tontonan Ku Bersanding dengan Buku Ku

Aku dan Tontonan Ku Bersanding dengan Buku Ku Tulisan ini terinspirasi film malaysia yang berjudul retak, yang mana dia berbagi cerita melalui tulisannya tentang dia dan limfoma (kanker darah), yang mana dia menceritakan perjuangannya melawan sakitnya. Yaa mungkin tulisan ini terlihat alay bagi orang yang berbeda pendapat dan pendiri dengan ku tapi tak apa, karena aku yakin pendapatnya dan pemikirannya juga sangat baik dan dapat diambil hikmah dari apa pun yang disampaikan, berbeda bukan berarti harus dimusuhi. Begitu pula dengan yang memiliki kesamaan juga bukan berarti selalu bahagia dan enak-enak saja. Tapi insya Allah si pembaca ini pasti sangat paham dengan apa yang ku tulis barusan.  Pemahaman ku tentang membaca buku sama dengan aku menonton suatu film, karena menurutku buku tanpa diresapi apa yang dibaca bahkan tidak mengetahui makna dari apa yang dibaca itulah yang membuat bosan dalam membaca buku, buku harus dijabarkan sendiri melalui imajinasi dan terkadang di setiap oran...

CERITA PANITIA DIV KONSUMSI OSM 2020 IAIN PALANGKA RAYA

Gambar
PANITIA OSM DIVISI KONSUMSI 2020 Ya itulah beberapa dokumentasi tentang divisi konsumsi, Di foto pertama itu foto div konsumsi yang mana orang-orang di div konsumsi ini belum lengkap, yahh padahal foto bersama yah, tapi mau gimana lagi semua orang punya kepentingan yang harus di prioritaskan, maksudnya bukan ngejadge kakak yang ngga ikut foto itu ngga memprioritaskan kepanitiaan yah bukan itu maksudnya. Tapi beliau juga punya kesibukan lain yang tidak dapat di tinggalkan. Tapi foto yang ditengah itu bukan foto div konsumsi yah, cuman aku aja yang div konsumsi dan temanku disebelah itu dari div kestari. Waktu itu pada tanggal 25 Oktober 2020, kami melakukan rapat besar terakhir. Kali ini aku sedang bertugas, dan hanya menonton kesibukan-kesibukan div acara. Yaa memang aku dari div konsumsi yang tidak terlalu aktif dalam kegiatan ini. Hanya mengikuti alur cerita dari OSM itu sendiri, tak banyak panitia yang mengenalku tapi kakak-kakak di div konsumsi baik-baik semua dan juga rajin, yang ...

Self Reminder

Keluhan Kesalahan Tidakkah matamu sehat Pendengaranmu sehat Kakimu masih sigap untuk berjalan Tangganmu masih sigap untuk terus menggenggam Badanmu masih sanggup menopang dirimu sendiri Lantas apa yang kau keluhkan  Hingga kau jadikan hati dan pikiranmu  Menolak Kehidupan Lantas apa yang kau keluhkan  Hingga hatimu tak dapat mengerti arti kehidupan Terpampang jelas pada surah Ar Rahman  Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Masalah penyakit hati yang kian menggunung hingga-hingga nikmat kehidupan tersamarkan Perasaan rakus yang selalu mengukus hati Jendela kehidupan yang tak kau buka Hingga kau tutup rapat hampir tak ada cahaya yang dapat menjadi penerang Lihatlah hai kawan  Entah berapa lama lagi mata masih bisa menatap Entah berapa lama lagi telinga masih bisa mendengar Entah berapa lama lagi k aki masih dapat berpijak di atas penopang kuat Entah berapa lama lagi tangan masih sangat kuat menggenggam Kebesaraan Nya tak terhingga Dia tak pernah me...
Menulis ini kadang membosankan jika tidak ada suatu obejek yang membuat si penulisnya semangat untuk menulis. Tapi yang aku ketahui sendiri menulis ini bagian dari kisah sepenggal hidup yang tidak dapat di lakukan secara langsung dengan tujuan agar si pembaca memahami makna dari setiap tulisan itu. Mengapa demikian, untuk diriku sendiri aku jarang sekali menulis itu menggunakan bahasa yang baku di dalam kisah cerita atau puisi dan lain sebagainya itu tidak menggunakan semua kata yang baku terkadang menulis sembarangan itu menyenangkan tapi tetaplah tau batasan di mana semua yang dilakukan pasti akan dipertanggungjawabkan.                                                            Palangka Raya Story.

FilosofiDiam

  Diam ku adalah sebuah pertanyaan dan juga sebuah jawaban yang mungkin hanya dicurahkan di kedalaman batin yang hanya terpaut pada Rabbku pada penciptaku, terkadang diam itu juga membunuh dengan menusuk diriku. Hingga aku tak dapat mengatakan apapun, bisu ya itu gelar yang cocok untuk orang sepertiku.  Terkadang orang merasa aneh didekat ku, karena pujuanku padanya berlebihan. Tapi ada pula orang yang peduli ditengah diamku yang merajalela. Terkadang ketidakbisaan itu membuatku diam dan hanya terus diam tanpa harus memberikan berbagai gagasan gemilang. Pengharapanku tak sebaik apa yang aku lakukan, akan tetapi teruslah berharap pada tempat yang tepat karena jika tempatnya tidak tepat maka pengharapan itu tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan, yah begitulah seperti diamnya seseorang yang ingin dimengerti untuk yang kesekian kali. Gantungkan harapan hanyalah kepada sang Ilahi yang pemberi lagi maha memberi bahkan yang tidak kau minta sekalipun.       ...